Nama
:
Leo Apandi
Nim
:
41816010115
Fakultas/program
study : Ilmu Komputer/Sistem
Informasi
Mata
Kuliah : Sistem
Informasi Manajemen
( A-401 / 07.30-10-00 )
Dosen
Pengampu : Prof. Dr. Hapzi, MM
(
FORUM )
A. PROSES
PENGAMBILAN KEPUTUSAN.
Model pengambilan
keputusan menurut Herbert A. Simon sebagai dasar menjelaskan
proses pengambilan keputusan terdiri dari tiga tahap pokok (Gambar 7-a}, yaitu:
1. Penyelidikan (Inteligence). Mempelajari lingkungan untuk menentukan
kondisi keputusan. Data mentah diperoleh, diolah, dan disajikan untuk dijadikan
petunjuk yang dapat mengidentifikasi persoalan.
2. Perancangan (Design). Mendaftar, mengembangkan, dan menganalisis arah
tindakan yang mungkin. Hal ini meliputi proses-proses untuk memahami persoalan,
menghasilkan pemecahan, dan menguji kelayakan pemecahan tersebut.
3. Pemilihan (Choice). Memilih arah tindakan tertentu dari semua yang
ada. Pilihan ditentukan dan dilaksanakan.
Model pengambilan
keputusan menurut Rubenstein dan Haberstroh, mengemukakan
langkah-langkah berikut:
1. Pengenalan Masalah atau kebutuhan untuk pengambilan
keputusan
2. Analisis dan laporan alternatif
3. Pemilihan diantara alternatif
4. Komunikasi dan pelaksanaan keputusan
5. Langkah lanjutan dan umpan balik hasil
keputusan.
Kedua model
tersebut tidak saling bertentangan. Model Simon pada dasarnya mengatakan bahwa pelaksanaan
adalah keputusan dan keputusan lain diperlukan untuk langkah selanjutnya.
Model Simon adalah
relevan bagi perancangan sistem informasi manajemen.
1. Tahap proses
penyelidikan. Merupakan
proses pencarian melibatkan suatu pengujian data baik dalam cara yang telah
ditentukan dahulu maupun dalam cara khusus. SIM harus menyediakan kedua
fasilitas tersebut. Sistem informasinya sendiri harus memeriksa semua data dan
menimbulkan suatu permintaan uji pada manusia atas situasi yang jelas menuntut
perhatian. Baik SIM maupun organisasi harus menyediakan saluran komunikasi
untuk persoalan yang diterima agar dialirkan ke atas dalam organisasi sampai
diambil suatu tindakan terhadapnya.
2. Tahap proses
perancangan. SIM harus memiliki
model-model keputusan ntuk mengolah data dan menimbulkan pilihan
pemecahan. Model tersebut harus membantu dalam menganalisis pilihan.
3. Tahap proses
pemilihan. Sebuah SIM adalah
paling efektif bila hasil rancangan disajikan dalam suatu bentuk yang mendorong
keputusan. Bila pilihan telah diambil, peranan SIM berubah menjadi pengumpulan
data untuk umpan balik dan penaksiran kelak.
Tahap penyelidikan dan Perancangan. Terdapat tiga aspek terpenting dalam tahap penyelidikan dan perancangan.
1. Penemuan masalah. Menemukan perbedaan antara beberapa situasi
yang ada dan harapan. William F. Pounds mengidentifikasi
empat model yang menghasilkan harapan yang berbeda dengan kenyataan dengan
menggunakan model pengukuran:
A. Model Historical
B. Model Planning
C. Model Organisasi
D. Model Extraorganizational
2. Formulasi
masalah. Untuk mengidentifikasi masalah, sehingga aktivitas rancangan dan
pemilihan sesuai dengan masalah empat strategi untuk mengurangi kompleksitas
formulasi:
1. Menentukan batasan
2. Mengamati perubahan
3. Memecah masalah menjadi sub masalah yang lebih
kecil
4. Memusatkan pada elemen pengendali
5. Pengembangan alternatif. Dilakukan secara kreatif dengan meningkatkan
prosedur dan dukungan mekanisme. Kreativitas dapat ditingkatkan dengan bantuan
antara lain:
A. Skenario
B. Analogi
C. Brainstorming, checklist
D. Kerangka proses keputusan
B. KERANGKA
KERJA DAN KONSEP PENGAMBILAN KEPUTUSAN.
Ada beberapa cara untuk mengklasifikasikan
pengambilan keputusan. Pemahaman terhadap kerangka kerja dan konsepnya dapat
dibahas sebagai berikut:
1. Sistem
Pengambilan Keputusan.
A. Sistem Keputusan
Tertutup. Dalam sistem
keputusan tertutup menganggap bahwa keputusan terpisah dari masukan yang tidak
diketahui dari lingkungan. Sistem pengambilan keputusan tertutup
biasanya menggunakan model kuantitatif. Dalam sistem ini pengambil
keputusan dianggap:
1)
Mengetahui semua perangkat alternatif dan semua akibat atau hasilnya
masing-masing.
2)
Memiliki metode yang memungkinkan dia membuat urutan kepentingan semua
alternatif.
3)
Memilih alternatif yang memaksimalkan sesuatu, misalnya laba, volume penjualan,
atau kegunaan.
B. Sistem Keputusan
terbuka. Memandang keputusan
sebagai berada dalam suatu lingkungan yang rumit dan sebagian tak diketahui.
Keputusan dipengaruhi oleh lingkungan dan pada gilirannya proses keputusan
kemudian mempengaruhi lingkungan. Pengambil keputusan dianggap tidak harus
logis dan sepenuhnya rasional, tetapi lebih banyak memperlihatkan rasionalitas
hanya dalam batas yang dikemukakan oleh latar belakang, pandangan atas
alternatif, kemampuan menangani suatu model keputusan. Model keputusan terbuka
menganggap bahwa pengambil keputusan:
1)
Tidak mengetahui semua alternatif dan semua hasil
2)
Melakukan pencarian secara terbatas untuk menemukan beberapa alternatif yang
memuaskan.
3)
Mengambil suatu keputusan yang memuaskan tingkat aspirasinya.
2.
Pengetahuan terhadap hasil (Knowledge Of Outcomes).
Suatu hasil menentukan
apa yang akan terjadi bila sebuah keputusan diambil. Dalam pengambilan
keputusan ada tiga jenis pengetahuan yang berhubungan dengan hasil:
1. Kepastian (Certainty). Pengetahuan yang lengkap
dan akurat mengenai hasil tiap pilihan. Hanya ada satu hasil untuk setiap
pilihan.
2. Resiko (Risk). Hasil yang mungkin timbul dapat
diidentifikasi dan satu kemungkinan yang terjadi dapat dihubungkan dengan
masing-masing hasil.
3. Ketidakpastian (Uncertaninty). Berbagai hasil
mungkin terjadi dan dapat diidentifikasi, tetapi tidak ada pengetahuan dari
kemungkinan yang dapat dihubungkan dengan masing-masing hasilnya.
(
QUIZ )
A.
Sistem Pengambil Keputusan (SKP)
Sistem
Pengambilan Keputusan atau SPK yang biasa disingkat kalo menggunakan
bahasa inggris itu adalah DSS atau Decision Support System adalah bagian
dari sistem informasi berbasis komputer (termasuk sistem berbasis
pengetahuan (manajemen pengetahuan)) yang dipakai untuk mendukung
pengambilan keputusan dalam suatu organisasi atau perusahaan. Jadi kalo
menurut saya setelah membaca dan mendengarkan kuliah dosen tadi, DSS atau SPK
ini adalah sebuah sistem yang memberikan pertimbangan kepada bagian manager
sampai ke direktur atau pemilik saham dalam perusahaan, untuk memutuskan sebuah
kebijakan tertentu dalam perusahaan. Tambahan dari mata kuliah SPK ini juga
adalah kami mahasiswa disuruh mencari 5 (lima) definisi DSS, setelah
berusaha mencari saya akan coba bagi beberapa definisi DSS untuk temen –
temen yang pasti ini lebih dari 5 (lima) dan definisinya adalah :
Menurut
Moore and Chang
SPK dapat digambarkan sebagai sistem yang
berkemampuan mendukung analisis ad hoc data, dan pemodelan keputusan,
berorientasi keputusan, orientasi perencanaan masa depan, dan digunakan
pada saat-saat yang tidak biasa.
Menurut
Sprague dan Carlson (Sprague et.al., 1993)
sistem yang berbasis komputer yang
dipergunakan untuk membantu para pengambil keputusan dalam rangka
memecahkan masalah-masalah rumit yang “mustahil” dilakukan dengan
kalkulasi manual dengan cara melalui simulasi yang interaktif dimana data
dan model analisis sebagai komponen utama.
Menurut
Mann dan Watson
Sistem Penunjang Keputusan adalah Sistem yang
interaktif, membantu pengambilan keputusan melalui penggunaan data dan
model-model keputusan untuk memecahkan masalah-masalah yang sifatnya semi
terstruktur dan tidak terstruktur.
Menurut
Maryam Alavi dan H.Albert Napier
Sistem Penunjang Keputusan adalah suatu kumpulan
prosedur pemprosesan data dan informasi yang berorientasi pada penggunaan
model untuk menghasilkan berbagai jawaban yang dapat membantu manajemen
dalam pengambilan keputusan.
Menurut
Litle
Sistem Penunjang Keputusan adalah suatu sistem
informasi berbasis komputer yang menghasilkan berbagai alternatif
keputusan untuk membantu manajemen dalam menangani berbagai permasalahan
yang terstruktur atupun tidak terstruktur dengan menggunakan data dan
model.
Menurut
Little,J.D.C
sekumpulan prosedur berbasis model untuk data
pemrosesan dan penilaian guna membantu para manager mengambil
keputusan.
Menurut
Raymond McLeod,
Sistem Penunjang Keputusan adalah sistem
penghasil informasi spesifik yang ditujukan untuk memecahkan suatu masalah
tertentu yang harus dipecahkan oleh manajer pada berbagai tingkatan.
Menurut
Bonczek, R.H, C.W. Holsapple dan A.B. Whinston
DSS sebagai sistem berbasis computer yang
terdiri dari tiga komponen yang saling berinteraksi : sistem bahasa
(mekanisme untuk memberikan komunikasi antara pengguna dan komponen DSS
lain), sistem pengetahuan (repository pengetahuan domain masalah yang ada
pada DSS entah sebagai data atau sebagai prosedur), dan sistem pemrosesan
masalah (hubungan antara dua komponen lainnya, terdiri dari satu atau
lebih kapabilitas manipulasi masalah umum yang diperlukan untuk
pengambilan keputusan).
Menurut
Keen, P.G.W.
DSS sebagai suatu produk dari proses
pengembangan dimana pengguna DSS, pembangun DSS, dan DSS itu sendiri mampu
mempengaruhi satu dengan yang lainnya, dan menghasilkan evolusi sistem dan
pola-pola penggunaan
Definisi
Secara Umum
DSS adalah Sebuah sistem yang mampu memberikan
kemampuan baik kemampuan pemecahan masalah maupun kemampuan
pengkomunikasian untuk masalah semi terstruktur.
Definisi
Secara Khusus
DSS adalah Sebuah sistem yang mendukung kerja
seorang manajer maupun sekelompok manajer dalam memecahkan masalah
semi-terstruktur dengan cara memberikan informasi ataupun usulan menuju
pada keputusan tertentu.
B.
Contoh Sistem Pengambil Keputusan (SKP)
1.
System Pendukung Keputusan Evaluasi Sistem
Informasi Akademik
Sistem pendukung keputusan yang berguna untuk
melakukan evaluasi terhadap kinerja sebuah sistem informasi akademik. Dengan
sistem pendukung keputusan evaluasi ini, Anda akan mengetahui seberapa baik
sistem informasi yang sudah digunakan. Evaluasi ini berguna untuk melakukan
perbaikan terhadap sebuah sistem informasi. Dengan demikian perbaikan untuk di
masa atau waktu yang akan datang dapat dinilai berdasarkan proses penilaian
variabel evaluasi yang digunakan. Tanpa Sistem pendukung keputusan ini,
penilaian biasanya dilakukan secara manual dengan asumsi. Setelah adanya sistem
ini penilaian lebih terstruktur dan dapat diketahui variabel mana yang harus
dilakukan perbaikan terlebih dahulu. Hal tersebut diketahui dengan adanya
keluaran nilai masing-masing variable
2.
System Pendukung Keputusan Pemilihan Supplier
Pada perusahaan biasanya menjalin kerja sama
dengan perusahaan lain. Jalinan kerja sama tersebut bisa berupa mitra dan juga
supplier. Pada kasus ini sistem diatas digunakan untuk menilai dan menentukan
supplier terbaik yang bekerja sama dengan perusahaan bersangkutan. Dengan
sistem ini keputusah akhir yang di hasilkan adalah menilai dan merangking
masing-masing supplier. Kriteria yang digunakan multiple kriteria atau banyak
kriteria. Setelah hasil akhir di dapat kemudian perusahaan dapat mengambil
tindakan terhadap keputusan yang terbaik perhial penilaian supplier.
C.
Langkang-Langkah
Pemecahan Masalah Pada Suatu Aktifitas Bisnis
1. Temukan
Akar Permasalahan
Cari secara keseluruhan akar permasalahan yang ada. Hal itu
penting karena, kita akan tahu semua
permasalahan yang terjadi dan segera mencari solusinya.
2. Dugaan
Pokok Permasalahan
Coba kembangkan semua dugaan yang menyangkut pokok permasalahan
yang terjadi pada usaha atau bisnis Anda.
3. Analisa
Dugaan Permasalahan
Dengan menganalisa dan menguji semua dugaan yang ada untuk
menemukan semua pokok permasalahan.
4. Cari Pemecahan
Masalah
Setelah menganalisa dan menguji dugaan yang ada, coba untuk
mengembangkan pemecahan masalah yang bermacam-macam tersebut hingga bisa
teratasi.
5. Lakukan Tindakan
Nyata
Semua dugaan dan prakiraan terhadap semua masalah pada usaha Anda,
tidak akan terselesaikan
tanpa adanya penerapan tindakan nyata.
6. Berpikiran
Positif
Ketika menemukan masalah, cobalah hadapi dengan
tenang. Hal itu ampuh dan sering dipraktikkan oleh banyak orang. Karena jika pikiran
tenang, kita akan bisa lebih konsentrasi untuk menemukan akar dari permasalahan
yang dihadapi. Sehingga dengan mudah menemukan jawaban atau solusinya.
Referensi
:
Kresna Prima. (2017). “ KONSEP PENGAMBIL KEPUTUSAN”
[ONLINE]. (Diakses dari :
https://kresnapw.wordpress.com/2013/12/11/konsep-pengambilan-keputusan- konsep-sistem-informasi/ pada 11 desember 2013 )
https://kresnapw.wordpress.com/2013/12/11/konsep-pengambilan-keputusan- konsep-sistem-informasi/ pada 11 desember 2013 )
Febriansatria. (2017).
“Sistem Pengambil Keputusan” [ONLINE]. (Diakses dari :
https://febriansatria.wordpress.com/2012/11/07/sistem-pengambilan- keputusan/ pada 7 november 2012)
https://febriansatria.wordpress.com/2012/11/07/sistem-pengambilan- keputusan/ pada 7 november 2012)
Anonim. (2017). “
Contoh Sistem Pengambil Keputusan”. [ONLINE]. (Diakses dari :
http://www.sistemphp.com/contoh-aplikasi-sistem-pendukung-keputusan/ Pada 18
http://www.sistemphp.com/contoh-aplikasi-sistem-pendukung-keputusan/ Pada 18
April 2015)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar