Selasa, 14 Maret 2017

MATERI SISTEM PENGAMBIL KEPUTUSAN

Nama                                     : Leo Apandi                                         
Nim                                         : 41816010115
Fakultas/program study       : Ilmu Komputer/Sistem Informasi
Mata Kuliah                          : Sistem Informasi Manajemen
                                                  ( A-401 / 07.30-10-00 )
Dosen Pengampu                  : Prof. Dr. Hapzi, MM

( FORUM )
A.   PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN.
Model pengambilan keputusan menurut Herbert A. Simon  sebagai dasar menjelaskan proses pengambilan keputusan terdiri dari tiga tahap pokok (Gambar 7-a}, yaitu:
1.      Penyelidikan (Inteligence). Mempelajari lingkungan untuk menentukan kondisi keputusan. Data mentah diperoleh, diolah, dan disajikan untuk dijadikan petunjuk yang dapat mengidentifikasi persoalan.
2.      Perancangan (Design). Mendaftar, mengembangkan, dan menganalisis arah tindakan yang mungkin. Hal ini meliputi proses-proses untuk memahami persoalan, menghasilkan pemecahan, dan menguji kelayakan pemecahan tersebut.
3.      Pemilihan (Choice). Memilih arah tindakan tertentu dari semua yang ada. Pilihan ditentukan dan dilaksanakan.
Model pengambilan keputusan menurut Rubenstein dan Haberstroh, mengemukakan langkah-langkah berikut:
1.      Pengenalan Masalah atau kebutuhan untuk pengambilan keputusan
2.      Analisis dan laporan alternatif
3.      Pemilihan diantara alternatif
4.      Komunikasi dan pelaksanaan keputusan
5.      Langkah lanjutan dan umpan balik hasil keputusan.
Kedua model  tersebut tidak saling bertentangan. Model Simon pada dasarnya mengatakan bahwa pelaksanaan adalah keputusan dan keputusan lain diperlukan untuk langkah selanjutnya.
Model Simon adalah relevan bagi perancangan sistem informasi manajemen.
1. Tahap proses penyelidikan. Merupakan proses pencarian melibatkan suatu pengujian data baik dalam cara yang telah ditentukan dahulu maupun dalam cara khusus. SIM harus menyediakan kedua fasilitas tersebut. Sistem informasinya sendiri harus memeriksa semua data dan menimbulkan suatu permintaan uji pada manusia atas situasi yang jelas menuntut perhatian. Baik SIM maupun organisasi harus menyediakan saluran komunikasi untuk persoalan yang diterima agar dialirkan ke atas dalam organisasi sampai diambil suatu tindakan terhadapnya.
2. Tahap proses perancangan. SIM harus memiliki model-model keputusan  ntuk mengolah data dan menimbulkan pilihan pemecahan. Model tersebut harus membantu dalam menganalisis pilihan.    
3. Tahap proses pemilihan. Sebuah SIM adalah paling efektif bila hasil rancangan disajikan dalam suatu bentuk yang mendorong keputusan. Bila pilihan telah diambil, peranan SIM berubah menjadi pengumpulan data untuk umpan balik dan penaksiran kelak.

Tahap penyelidikan dan Perancangan
. Terdapat tiga aspek terpenting dalam tahap penyelidikan dan perancangan.
1.      Penemuan masalah. Menemukan perbedaan antara beberapa situasi yang ada dan  harapan. William F. Pounds mengidentifikasi empat model yang menghasilkan harapan yang berbeda dengan kenyataan dengan menggunakan model pengukuran:
A.    Model Historical
B.     Model Planning
C.     Model Organisasi
D.    Model Extraorganizational
2. Formulasi masalah. Untuk mengidentifikasi masalah, sehingga aktivitas rancangan dan pemilihan sesuai dengan masalah empat strategi untuk mengurangi kompleksitas formulasi:
1.      Menentukan batasan
2.      Mengamati perubahan
3.      Memecah masalah menjadi sub masalah yang lebih kecil
4.      Memusatkan pada elemen pengendali
5.      Pengembangan alternatif. Dilakukan secara kreatif dengan meningkatkan prosedur dan dukungan mekanisme. Kreativitas dapat ditingkatkan dengan bantuan antara lain:
A.    Skenario
B.     Analogi
C.     Brainstorming, checklist
D.    Kerangka proses keputusan

B.   KERANGKA KERJA DAN KONSEP PENGAMBILAN KEPUTUSAN.

            Ada beberapa cara untuk mengklasifikasikan pengambilan keputusan. Pemahaman terhadap kerangka kerja dan konsepnya dapat dibahas sebagai berikut:
1. Sistem Pengambilan Keputusan.
A. Sistem Keputusan Tertutup. Dalam sistem keputusan tertutup menganggap bahwa keputusan terpisah dari masukan yang tidak diketahui dari lingkungan.   Sistem pengambilan keputusan tertutup biasanya menggunakan model kuantitatif.   Dalam sistem ini pengambil keputusan dianggap:
1)     Mengetahui semua perangkat alternatif dan semua akibat atau hasilnya masing-masing.
2)     Memiliki metode yang memungkinkan dia membuat urutan kepentingan semua alternatif.
3)     Memilih alternatif yang memaksimalkan sesuatu, misalnya laba, volume penjualan, atau kegunaan.
B. Sistem Keputusan terbuka. Memandang keputusan sebagai berada dalam suatu lingkungan yang rumit dan sebagian tak diketahui. Keputusan dipengaruhi oleh lingkungan dan pada gilirannya proses keputusan kemudian mempengaruhi lingkungan. Pengambil keputusan dianggap tidak harus logis dan sepenuhnya rasional, tetapi lebih banyak memperlihatkan rasionalitas hanya dalam batas yang dikemukakan oleh latar belakang, pandangan atas alternatif, kemampuan menangani suatu model keputusan. Model keputusan terbuka menganggap bahwa pengambil keputusan:
1)     Tidak mengetahui semua alternatif dan semua hasil
2)     Melakukan pencarian secara terbatas untuk menemukan beberapa alternatif yang memuaskan.
3)     Mengambil suatu keputusan yang memuaskan tingkat aspirasinya.
2.   Pengetahuan terhadap hasil (Knowledge Of Outcomes).
Suatu hasil menentukan apa yang akan terjadi bila sebuah keputusan diambil. Dalam pengambilan keputusan ada tiga jenis pengetahuan yang berhubungan dengan hasil:
1.      Kepastian (Certainty). Pengetahuan yang lengkap dan akurat mengenai hasil tiap pilihan. Hanya ada satu hasil untuk setiap pilihan.
2.      Resiko (Risk). Hasil yang mungkin timbul dapat diidentifikasi dan satu kemungkinan yang terjadi dapat dihubungkan dengan masing-masing hasil.
3.      Ketidakpastian (Uncertaninty). Berbagai hasil mungkin terjadi dan dapat diidentifikasi, tetapi tidak ada pengetahuan dari kemungkinan yang dapat dihubungkan dengan masing-masing hasilnya.

( QUIZ )
A.    Sistem Pengambil Keputusan (SKP)
  
        Sistem Pengambilan Keputusan atau SPK yang biasa disingkat kalo menggunakan bahasa inggris itu adalah DSS atau Decision Support System adalah bagian dari sistem informasi berbasis komputer (termasuk sistem berbasis pengetahuan (manajemen pengetahuan)) yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu organisasi atau perusahaan. Jadi kalo menurut saya setelah membaca dan mendengarkan kuliah dosen tadi, DSS atau SPK ini adalah sebuah sistem yang memberikan pertimbangan kepada bagian manager sampai ke direktur atau pemilik saham dalam perusahaan, untuk memutuskan sebuah kebijakan tertentu dalam perusahaan. Tambahan dari mata kuliah SPK ini juga adalah kami mahasiswa disuruh mencari 5 (lima) definisi DSS, setelah berusaha mencari saya akan coba bagi beberapa definisi DSS untuk temen – temen yang pasti ini lebih dari 5 (lima) dan definisinya adalah :

Menurut Moore and Chang 
SPK dapat digambarkan sebagai sistem yang berkemampuan mendukung analisis ad hoc data, dan pemodelan keputusan, berorientasi keputusan, orientasi perencanaan masa depan, dan digunakan pada saat-saat yang tidak biasa.

Menurut Sprague dan Carlson (Sprague et.al., 1993)
sistem yang berbasis komputer yang dipergunakan untuk membantu para pengambil keputusan dalam rangka memecahkan masalah-masalah rumit yang “mustahil” dilakukan dengan kalkulasi manual dengan cara melalui simulasi yang interaktif dimana data dan model analisis sebagai komponen utama.

Menurut Mann dan Watson
Sistem Penunjang Keputusan adalah Sistem yang interaktif, membantu pengambilan keputusan melalui penggunaan data dan model-model keputusan untuk memecahkan masalah-masalah yang sifatnya semi terstruktur dan tidak terstruktur.

Menurut Maryam Alavi dan H.Albert Napier 
Sistem Penunjang Keputusan adalah suatu kumpulan prosedur pemprosesan data dan informasi yang berorientasi pada penggunaan model untuk menghasilkan berbagai jawaban yang dapat membantu manajemen dalam pengambilan keputusan.

Menurut Litle 
Sistem Penunjang Keputusan adalah suatu sistem informasi berbasis komputer yang menghasilkan berbagai alternatif keputusan untuk membantu manajemen dalam menangani berbagai permasalahan yang terstruktur atupun tidak terstruktur dengan menggunakan data dan model.

Menurut Little,J.D.C
sekumpulan prosedur berbasis model untuk data pemrosesan dan penilaian guna membantu para manager mengambil keputusan. 

Menurut Raymond McLeod, 
Sistem Penunjang Keputusan adalah sistem penghasil informasi spesifik yang ditujukan untuk memecahkan suatu masalah tertentu yang harus dipecahkan oleh manajer pada berbagai tingkatan.

Menurut Bonczek, R.H, C.W. Holsapple dan A.B. Whinston
DSS sebagai sistem berbasis computer yang terdiri dari tiga komponen yang saling berinteraksi : sistem bahasa (mekanisme untuk memberikan komunikasi antara pengguna dan komponen DSS lain), sistem pengetahuan (repository pengetahuan domain masalah yang ada pada DSS entah sebagai data atau sebagai prosedur), dan sistem pemrosesan masalah (hubungan antara dua komponen lainnya, terdiri dari satu atau lebih kapabilitas manipulasi masalah umum yang diperlukan untuk pengambilan keputusan).

Menurut Keen, P.G.W.
DSS sebagai suatu produk dari proses pengembangan dimana pengguna DSS, pembangun DSS, dan DSS itu sendiri mampu mempengaruhi satu dengan yang lainnya, dan menghasilkan evolusi sistem dan pola-pola penggunaan 

Definisi Secara Umum
DSS adalah Sebuah sistem yang mampu memberikan kemampuan baik kemampuan pemecahan masalah maupun kemampuan pengkomunikasian untuk masalah semi terstruktur.

Definisi Secara Khusus
DSS adalah Sebuah sistem yang mendukung kerja seorang manajer maupun sekelompok manajer dalam memecahkan masalah semi-terstruktur dengan cara memberikan informasi ataupun usulan menuju pada keputusan tertentu.

B.     Contoh Sistem Pengambil Keputusan (SKP)

1.      System Pendukung Keputusan Evaluasi Sistem Informasi Akademik

Sistem pendukung keputusan yang berguna untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja sebuah sistem informasi akademik. Dengan sistem pendukung keputusan evaluasi ini, Anda akan mengetahui seberapa baik sistem informasi yang sudah digunakan. Evaluasi ini berguna untuk melakukan perbaikan terhadap sebuah sistem informasi. Dengan demikian perbaikan untuk di masa atau waktu yang akan datang dapat dinilai berdasarkan proses penilaian variabel evaluasi yang digunakan. Tanpa Sistem pendukung keputusan ini, penilaian biasanya dilakukan secara manual dengan asumsi. Setelah adanya sistem ini penilaian lebih terstruktur dan dapat diketahui variabel mana yang harus dilakukan perbaikan terlebih dahulu. Hal tersebut diketahui dengan adanya keluaran nilai masing-masing variable




2.      System Pendukung Keputusan Pemilihan Supplier

Pada perusahaan biasanya menjalin kerja sama dengan perusahaan lain. Jalinan kerja sama tersebut bisa berupa mitra dan juga supplier. Pada kasus ini sistem diatas digunakan untuk menilai dan menentukan supplier terbaik yang bekerja sama dengan perusahaan bersangkutan. Dengan sistem ini keputusah akhir yang di hasilkan adalah menilai dan merangking masing-masing supplier. Kriteria yang digunakan multiple kriteria atau banyak kriteria. Setelah hasil akhir di dapat kemudian perusahaan dapat mengambil tindakan terhadap keputusan yang terbaik perhial penilaian supplier.


C.    Langkang-Langkah Pemecahan Masalah Pada Suatu Aktifitas Bisnis
1.      Temukan Akar Permasalahan
Cari secara keseluruhan akar permasalahan yang ada. Hal itu penting karena, kita akan       tahu semua permasalahan yang terjadi dan segera mencari solusinya.
2.      Dugaan Pokok Permasalahan
Coba kembangkan semua dugaan yang menyangkut pokok permasalahan yang terjadi        pada usaha atau bisnis Anda.
3.      Analisa Dugaan Permasalahan
Dengan menganalisa dan menguji semua dugaan yang ada untuk menemukan semua          pokok permasalahan.
4.      Cari Pemecahan Masalah
Setelah menganalisa dan menguji dugaan yang ada, coba untuk mengembangkan   pemecahan masalah yang bermacam-macam tersebut hingga bisa teratasi.
5.      Lakukan Tindakan Nyata
Semua dugaan dan prakiraan terhadap semua masalah pada usaha Anda, tidak akan           terselesaikan tanpa adanya penerapan tindakan nyata.
6.      Berpikiran Positif
Ketika menemukan masalah, cobalah hadapi dengan tenang. Hal itu ampuh dan sering dipraktikkan oleh banyak orang. Karena jika pikiran tenang, kita akan bisa lebih konsentrasi untuk menemukan akar dari permasalahan yang dihadapi. Sehingga dengan mudah menemukan jawaban atau solusinya.


Referensi :
Kresna Prima. (2017). “ KONSEP PENGAMBIL KEPUTUSAN” [ONLINE]. (Diakses dari :     
                  
https://kresnapw.wordpress.com/2013/12/11/konsep-pengambilan-keputusan-                  konsep-sistem-informasi/ pada 11 desember 2013 )

Febriansatria. (2017). “Sistem Pengambil Keputusan” [ONLINE]. (Diakses dari :
                  
https://febriansatria.wordpress.com/2012/11/07/sistem-pengambilan-                  keputusan/ pada 7 november 2012)

Anonim. (2017). “ Contoh Sistem Pengambil Keputusan”. [ONLINE]. (Diakses dari :
                
http://www.sistemphp.com/contoh-aplikasi-sistem-pendukung-keputusan/ Pada 18

                 April 2015)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar