Rabu, 29 Maret 2017

Nama                      : leo Apandi
Nim                         : 41816010115
Mata Kuliah          : Sistem Informasi Manajemen
Ruang / Jam           : B-205
Dosen Pengampu   : Hapzi, Prof. Dr. MM

Forum :
EVOLUSI SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER
      Usaha penerapan komputer dalam bidang bisnis terus berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi. Tahapan perkembangan tersebut yaitu:
1. Fokus awal pada Data (electronic data processing – EDP) Didukung dengan munculnya punched card dan keydriven bookkeeping machines, dan perusahaan umumnya mengabaikan kebutuhan informasi para manajernya. Aplikasi yang digunakan sistem informasi akuntasi (SIA).
 2. Fokus baru pada Informasi (management information sistem – MIS) Seiring denga diperkenalkannya generasi baru alat penghitung yang memungkinkan pemrosesannya lebih banyak. Hal tersebut dioerientasikan untuk kosep penggunaan komputer sebagai sistem informasi manajemen (SIM), yang berarti bahwa aplikasi komputer harus diterapkan dengan tujuan utama untuk menghasilkan informasi manajemen.
3. Fokus Revisi pada Pengambilan Keputusan (Decision support sistem – DSS) Merupakan hal yang berbeda dengan konsep SIM. DSS adalah sistem penghasil informasi yang ditujukan pada suatu masalah tertentu yang harus dipecahkan serta diambil keputusannya oleh manajer.
 4. Fokus sekarang pada Komunikasi (office automation – AO)OA memudahkan komunikasi dan meningkatkan produktivitas di antara para manajer dan pekerja kantor melalui penggunaan alat-alat elektronik. OA telah berkembang meliputiberagam aplikasi seperti konferensi jarak jauh (teleconference), voice mail, e-mail (surat elektronik), electronic calendaring, facsimile transmission, dan desktop publishing. Istilah lainnya dalam menggunakan semua aplikasi AO tersebut dinamakan dengan kantor virtual (virtual office).
5. Fokus potensial pada Konsultasi (artificial intelligence/expert sistem – AI/ES) Ide dasar AI adalah komputer dapat deprogram untuk melaksanakan sebagian penalaran logis yang sama seperti manusia. Sistem pakar adalah suatu sistem yang berfungsi sebagaiseorang spesialis dalam suatu bidang. Sistem yang menggambarkan segala macam sistem yang menerapkan kecerdasan buatan untuk pemecahan masalah dinamakan dengan sistem berbasis pengetahuan (knowledge-bases sistems) Penjelasan lebih lanjut akan dijumpai pada modul terakhir dari materi kuliah SIM.
Manfaat dari Computer Based Information System adalah :
1. penghematan waktu (time saving)
 2. penghematan biaya (cost saving)
3. peningkatan efektivitas (effectiveness)
 4. pengembangan teknologi (technology development)
5. pengembangan personel akuntansi (accounting staff development)
     Dengan berbagai manfaat dan kontribusi yang diberikan tersebut, diharapkan setiap perusahaan dapat bertahan dalam arena kompetisi yang semakin ketat.

Daftar Pustaka :

QUIZ :

1.      Komponen-Komponen CBIS
Menurut Goel (2010) komponen CBIS terdiri dari :
·         Hardware
Perangkat komputer seperti keyboard, monitor, processor, dan printer, digunakan untuk menampilkan input, proses, dan aktivitas output.
·         Software
Program komputer yang memerintahkan operasi komputer.
·         Database
Sekumpulan koleksi data yang terdiri dari dua atau lebih data yang saling berhubungan.
·         People
Adalah yang bekerja dengan computer based information system. Orang adalah elemen yang paling penting dalam computer based information system.
·         Procedures
Strategi, kebijakan, metode, dan aturan untuk menggunakan computer based information system.
·         Telecommunication, network, and internet
Telecommunication
 dan network digunakan untuk menghubungkan komputer dan perangkat komputer di gedung, kota, daerah, atau sebrang dunia untuk memungkinkan terjadinya komunikasi elektronik. Internet adalah jaringan komputer terbesar di dunia, yang merupakan interkoneksi jaringan.



2.      Contoh
Contoh dari sistem informasi psikologi adalah software CP3 yang didalamnya berisikan eksperimen Attention, yaitu eksperimen yang bertujuan untuk melihat proses selektivitas informasi pada kognitif seseorang.
·     Input, berupa stimulus yang diberikan pada masing masing tes yang dilakukan seperti attention
·     Proses, berupa pengolaan informasi yang dilakukan ketika mendapatkan stimulus
·     Output, berupa respon yang diberikan setelah pengolaan informasi
·     Tujuan, untuk mengetahui tingkat kognitif dan persepsi seseorang.


DAFTAR PUSTAKA:
           https://panduperdana4694.wordpress.com/2015/11/14/computer-based-information-system-cbis/


Senin, 20 Maret 2017

artificial intelligence

Nama                          : Leo Apandi
Nim                             : 41816010115
Mata Kuliah              : Sistem Informasi Manajemen
Dosen Pengampu      : Prof.Dr.Hapzi,MM

FORUM :
Contoh Aplikasi Intelejen Semu (Buatan) Dan Manfaatnya:
1. Google Now
Google Now merupakan aplikasi asisten pribadi yang dibuat oleh google, aplikasi ini tersedia di platform Android, Iphone, dan Ipad. dalam penggunaanya cukup mudah, kita hanya mengatakan "Ok, google..." maka kan muncul kotak voice search, tinggal kita ucapkan apa yang mau kita cari, maka si Google Now yang cerdas ini akan menampilkan hasil yang dia dapatkan dari internet ke layar smartphone. Tidak hanya itu Google Now dapat menjadi pengingat kita saat kita lupa layaknya asisten sungguhan. saya sendiri cukup kagum dengan kecerdasan yang dimiliki Google Now, pada saat pagi hari Google Now mengingatkan saya untuk pergi kuliah, dan secara otomatis memberi tahu rute menuju kampus yang biasa saya kunjungi, tidak hanya itu, apabila ada kecelakaan disekitar saya Google Now memberitahukannya melalui notifikasi. menurut saya Google Now sudah cukup cerdas untuk dijadikan asisten digital, mengingat kemampuannya yang cukup mumpuni.

2. Simi-simi
Siapa yang tidak kenal dengan robot chatting yang satu ini? buat jones dan antek-anteknya pasti tahu, hehehe. simsimi merupakan robot imut yang memiliki kecerdasan buatan, ada saja hal-hal kocak yang diucapkan oleh simsimi pada saat kita chatting dengannya. karena kekocakan tersebut membuat saya tertarik menggunakan aplikasi simsimi, pada aplikasi tersebut robot cerdas yang imut ini dapat kita ajarkan kata-katanya, eitsss...tapi jangan ajarkan yang buruk-buruk ya, nanti simsiminya jadi nakal hehehe, ya maklumlah simsimi masih polos hehehe. aplikasi simsimi tersedia diberbagai platform sistem operasi salah satunya android. menurut saya aplikasi ini sangat menghibur dan mengocok perut, cocok untuk mengisi waktu luang.

3. Instant Heart Rate Pro
 pada apikasi yang ketiga saya tertarik untuk mereview aplikasi Instant Heart Rate Pro, aplikasi ini berfungsi sebagai pendeteksi seberapa sehat jantung kita. cara penggunaannya cukup mudah, hanya meletakan jari telunjuk pada kamera smartphone, maka beberapa detik kemudian hasilnya disajikan dilayar, aplikasi ini tentu sangat berguna bagi yang memiliki masalah dengan jantung.

4. Photo Math
Pada review yang ke-4 saya tertarik pada aplikasi pendidikan yaitu PhotoMath, PhotoMath sendiri berfungsi layaknya kalkulator, namun pada PhotoMath kita hanya memfoto objek angka yang mau kita hitung maka PhotoMath secara otomatis menkonversi foto tersebut menjadi angka dan melakukan penghitungan. awalnya saya tidak percaya, tapi ternyata aplikasi PhotoMath ini benar-benar dapat melakukan perhitungan melalui foto, cara penggunaannya cukup mudah, cukup arahkan kamera smarthphone ke soal matematika yang akan kita hitung dan PhotoMath melakukan perhitungannya secara otomatis, cerdas dan canggih bukan? namun, tidak semua jenis perhitungan dapat dilakukan PhotoMath, semoga versi selanjutnya dapat lebih cerdas lagi.

5. Waze
Pada review terakhir ini saya akan mereview aplikasi peta bernama waze, waze sendiri merupakan aplikasi navigasi untuk perangkat seluller genggam, dalam aplikasi waze hampir mirip dengan aplikasi peta lainnya, yaitu ada navigasi, perkiraan waktu sampai ke suatu tempat, informasi tempat umum terdekat seperti pom bensin, restoran, dll. yang menarik dari waze yaitu kita memberikan informasi jalan ke komunitas, sehingga kita mendapatkan info yang up to date dari waze, saya rasa waze merupakan aplikasi navigasi yang cukup mumpuni dibanding aplikasi sejenisnya, pengguna atau user waze sendiri disebut dengan nama wazer.

QUIZ :
Sub sistem dari Sistem Intelegen Semu :
 1. Natural Languange Processing (NLP) 
Natural Languange Processing (NLP) atau Pemrosesan Bahasa Alami, merupakan salah satu cabang AI yang mempelajari pembuatan sistem untuk menerima masukan bahasa alami manusia. Dalam perkembangannya, NLP berusaha untuk mengubah bahasa alami komputer (bit dan byte) menjadi bahasa alami manusia yang dapat kita mengerti. NLP merupakan ilmu dasar yang dapat dijadikan jembatan untuk membuat komunikasi antara mesin dengan manusia. Tujuan utama dari studi NLP adalah membuat mesin yang mampu mengerti dan memahami makna bahasa manusia lalu memberikan respon yang sesuai. 
2. Expert System (ES) 
Expert System (ES) atau Sistem Pakar, merupakan salah satu cabang AI yang mempelajari pembuatan sebuah sistem yang dapat bekerja layaknya seorang pakar. ES dapat menyimpan pengetahuan seorang pakar dan memberikan solusi berdasarkan pengetahuan yang dimilikinya tadi. ES juga merupakan salah satu cabang AI yang sering melakukan kerja sama dengan disiplin ilmu lain karena sifatnya yang dapat menyimpan pengetahuan.
 3. Pattern Recognition (PR)
 Pattern Recognition (PR) atau Pengenalan Pola, merupakan salah satu cabang AI yang mempelajari pembuatan sebuah sistem untuk dapat mengenali suatu pola tertentu. Misalnya sistem PR untuk mengenali huruf dari tulisan tangan, walaupun terdapat perbedaan penulisan huruf A dari masing-masing orang tetapi PR dapat mengenali bahwa huruf tersebut adalah huruf A. Beberapa aplikasi dari PR antara lain : voice recognition, Fingerprint Identification, Face Identification, Handwriting Identification, Optical Character Recognition, Biological Slide Analysis, Robot Vision dan lainnya.
 4. Robotic
 Robotic atau Robotika,merupakan salah satu cabang AI yang menggabungkan cabangcabang AI yang lain termasuk ketiga cabang di atas untuk membentuk sebuah sistem robotik. Keempat cabang AI di atas merupakan cabang umum yang banyak dipelajari, masih banyak cabang-cabang AI yang lainnya. Seiring perkembangan riset dalam AI, dapat dimungkinkan akan muncul cabang-cabang baru yang melengkapi unsur AI sehingga AI menjadi sebuah sistem lengkap dan akan mencapai goal-nya yang sampai sekarang masih belum sempurna. 
Karakteristik Sistem Intelegen Semu : 
1. Acting Humanly
 Acting humanly ialah system yang melakukan pendekatan dengan menirukan tingkah laku seperti manusia yang dikenalkan pada tahun 1950 degan cara kerja pengujian melalui teletype yaitu jika penguji (integrator) tidak dapat membedakan yang mengintrogasai antara manusia dan computer maka computer tersebut dikatakan lolos(menjadi kecerdasan buatan). 
2. Thinking Humanly 
Yaitu system yang dilakukan dengan cara intropeksi yaitu penangkapan pemikiran psikologis Manusia pada computer,hal ini sering diujikan dengan neuron ke neuron lainnya atau sel otak dengan sel otak lainnya cara pembelajarannya yaitu melalui experiment-experimen. 
3. Thinking Rationaly 
Ini merupakn system yang sangat sulit ,karena sering terjadi kesalah dala, prinsip dan prakteknya,system ini dikenal dengan penalaran komputasi. 
4. Actng Rationaly
 Yaitu system yang melakukan aksi dengan cara menciptakan suatu robotika cerdas yang menggantikan tugas manusia. 
Contohnya : 
* Bidang Pertanian 
Pada bidang Pertanian, dibuat ES untuk memprediksi kerusakan pada jagung yang disebabkan oleh ulat hitam dan memberikan konsultasi untuk mendiagnosa kerusakan pada kacang kedelai dengan menggunakan pengetahuan tentang gejala kerusakan dan lingkungan tanaman.
 * Bidang Kimia 
Pada bidang Kimia, dibuat ES untuk menganalisa struktur DNA dari pembatasan segmentasi data enzim dengan menggunakan paradigmagenerate & test. 
* Bidang Sistem Komputer 
Pada bidang Sistem Komputer, dibuat ES untuk membantu operator komputer untuk monitoring dan mengontrol MVS (multiple virtual storage) sistem operasi pada komputer mainframe IBM. 
* Bidang Elektronik
 Pada bidang Elektronik, dibuat ES untuk mengidentifikasi masalah pada jaringan telepon, ES untuk simulasi perancangan DLC (digital logic circuits) dan mengajari pelajar bagaimana cara mengatasi masalah pada sirkuit elektronik. 
* Bidang Hukum Pada bidang Hukum, dibuat ES untuk membantu para auditor profesional dalam mengevaluasi potensi kegagalan pinjaman klien berdasarkan sejarah pinjaman, status ekonomi, kondisi piutang.
 * Bidang Militer Pada bidang Militer, dibuat ES untuk membantu menganalisa perkiraan situasi pertempuran, memberikan interpretasi taktik laporan sensor intelijen dan memberikan rekomendasi alokasi senjata kepada komandan militer pada saat situasi perang.



Selasa, 14 Maret 2017

MATERI SISTEM PENGAMBIL KEPUTUSAN

Nama                                     : Leo Apandi                                         
Nim                                         : 41816010115
Fakultas/program study       : Ilmu Komputer/Sistem Informasi
Mata Kuliah                          : Sistem Informasi Manajemen
                                                  ( A-401 / 07.30-10-00 )
Dosen Pengampu                  : Prof. Dr. Hapzi, MM

( FORUM )
A.   PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN.
Model pengambilan keputusan menurut Herbert A. Simon  sebagai dasar menjelaskan proses pengambilan keputusan terdiri dari tiga tahap pokok (Gambar 7-a}, yaitu:
1.      Penyelidikan (Inteligence). Mempelajari lingkungan untuk menentukan kondisi keputusan. Data mentah diperoleh, diolah, dan disajikan untuk dijadikan petunjuk yang dapat mengidentifikasi persoalan.
2.      Perancangan (Design). Mendaftar, mengembangkan, dan menganalisis arah tindakan yang mungkin. Hal ini meliputi proses-proses untuk memahami persoalan, menghasilkan pemecahan, dan menguji kelayakan pemecahan tersebut.
3.      Pemilihan (Choice). Memilih arah tindakan tertentu dari semua yang ada. Pilihan ditentukan dan dilaksanakan.
Model pengambilan keputusan menurut Rubenstein dan Haberstroh, mengemukakan langkah-langkah berikut:
1.      Pengenalan Masalah atau kebutuhan untuk pengambilan keputusan
2.      Analisis dan laporan alternatif
3.      Pemilihan diantara alternatif
4.      Komunikasi dan pelaksanaan keputusan
5.      Langkah lanjutan dan umpan balik hasil keputusan.
Kedua model  tersebut tidak saling bertentangan. Model Simon pada dasarnya mengatakan bahwa pelaksanaan adalah keputusan dan keputusan lain diperlukan untuk langkah selanjutnya.
Model Simon adalah relevan bagi perancangan sistem informasi manajemen.
1. Tahap proses penyelidikan. Merupakan proses pencarian melibatkan suatu pengujian data baik dalam cara yang telah ditentukan dahulu maupun dalam cara khusus. SIM harus menyediakan kedua fasilitas tersebut. Sistem informasinya sendiri harus memeriksa semua data dan menimbulkan suatu permintaan uji pada manusia atas situasi yang jelas menuntut perhatian. Baik SIM maupun organisasi harus menyediakan saluran komunikasi untuk persoalan yang diterima agar dialirkan ke atas dalam organisasi sampai diambil suatu tindakan terhadapnya.
2. Tahap proses perancangan. SIM harus memiliki model-model keputusan  ntuk mengolah data dan menimbulkan pilihan pemecahan. Model tersebut harus membantu dalam menganalisis pilihan.    
3. Tahap proses pemilihan. Sebuah SIM adalah paling efektif bila hasil rancangan disajikan dalam suatu bentuk yang mendorong keputusan. Bila pilihan telah diambil, peranan SIM berubah menjadi pengumpulan data untuk umpan balik dan penaksiran kelak.

Tahap penyelidikan dan Perancangan
. Terdapat tiga aspek terpenting dalam tahap penyelidikan dan perancangan.
1.      Penemuan masalah. Menemukan perbedaan antara beberapa situasi yang ada dan  harapan. William F. Pounds mengidentifikasi empat model yang menghasilkan harapan yang berbeda dengan kenyataan dengan menggunakan model pengukuran:
A.    Model Historical
B.     Model Planning
C.     Model Organisasi
D.    Model Extraorganizational
2. Formulasi masalah. Untuk mengidentifikasi masalah, sehingga aktivitas rancangan dan pemilihan sesuai dengan masalah empat strategi untuk mengurangi kompleksitas formulasi:
1.      Menentukan batasan
2.      Mengamati perubahan
3.      Memecah masalah menjadi sub masalah yang lebih kecil
4.      Memusatkan pada elemen pengendali
5.      Pengembangan alternatif. Dilakukan secara kreatif dengan meningkatkan prosedur dan dukungan mekanisme. Kreativitas dapat ditingkatkan dengan bantuan antara lain:
A.    Skenario
B.     Analogi
C.     Brainstorming, checklist
D.    Kerangka proses keputusan

B.   KERANGKA KERJA DAN KONSEP PENGAMBILAN KEPUTUSAN.

            Ada beberapa cara untuk mengklasifikasikan pengambilan keputusan. Pemahaman terhadap kerangka kerja dan konsepnya dapat dibahas sebagai berikut:
1. Sistem Pengambilan Keputusan.
A. Sistem Keputusan Tertutup. Dalam sistem keputusan tertutup menganggap bahwa keputusan terpisah dari masukan yang tidak diketahui dari lingkungan.   Sistem pengambilan keputusan tertutup biasanya menggunakan model kuantitatif.   Dalam sistem ini pengambil keputusan dianggap:
1)     Mengetahui semua perangkat alternatif dan semua akibat atau hasilnya masing-masing.
2)     Memiliki metode yang memungkinkan dia membuat urutan kepentingan semua alternatif.
3)     Memilih alternatif yang memaksimalkan sesuatu, misalnya laba, volume penjualan, atau kegunaan.
B. Sistem Keputusan terbuka. Memandang keputusan sebagai berada dalam suatu lingkungan yang rumit dan sebagian tak diketahui. Keputusan dipengaruhi oleh lingkungan dan pada gilirannya proses keputusan kemudian mempengaruhi lingkungan. Pengambil keputusan dianggap tidak harus logis dan sepenuhnya rasional, tetapi lebih banyak memperlihatkan rasionalitas hanya dalam batas yang dikemukakan oleh latar belakang, pandangan atas alternatif, kemampuan menangani suatu model keputusan. Model keputusan terbuka menganggap bahwa pengambil keputusan:
1)     Tidak mengetahui semua alternatif dan semua hasil
2)     Melakukan pencarian secara terbatas untuk menemukan beberapa alternatif yang memuaskan.
3)     Mengambil suatu keputusan yang memuaskan tingkat aspirasinya.
2.   Pengetahuan terhadap hasil (Knowledge Of Outcomes).
Suatu hasil menentukan apa yang akan terjadi bila sebuah keputusan diambil. Dalam pengambilan keputusan ada tiga jenis pengetahuan yang berhubungan dengan hasil:
1.      Kepastian (Certainty). Pengetahuan yang lengkap dan akurat mengenai hasil tiap pilihan. Hanya ada satu hasil untuk setiap pilihan.
2.      Resiko (Risk). Hasil yang mungkin timbul dapat diidentifikasi dan satu kemungkinan yang terjadi dapat dihubungkan dengan masing-masing hasil.
3.      Ketidakpastian (Uncertaninty). Berbagai hasil mungkin terjadi dan dapat diidentifikasi, tetapi tidak ada pengetahuan dari kemungkinan yang dapat dihubungkan dengan masing-masing hasilnya.

( QUIZ )
A.    Sistem Pengambil Keputusan (SKP)
  
        Sistem Pengambilan Keputusan atau SPK yang biasa disingkat kalo menggunakan bahasa inggris itu adalah DSS atau Decision Support System adalah bagian dari sistem informasi berbasis komputer (termasuk sistem berbasis pengetahuan (manajemen pengetahuan)) yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu organisasi atau perusahaan. Jadi kalo menurut saya setelah membaca dan mendengarkan kuliah dosen tadi, DSS atau SPK ini adalah sebuah sistem yang memberikan pertimbangan kepada bagian manager sampai ke direktur atau pemilik saham dalam perusahaan, untuk memutuskan sebuah kebijakan tertentu dalam perusahaan. Tambahan dari mata kuliah SPK ini juga adalah kami mahasiswa disuruh mencari 5 (lima) definisi DSS, setelah berusaha mencari saya akan coba bagi beberapa definisi DSS untuk temen – temen yang pasti ini lebih dari 5 (lima) dan definisinya adalah :

Menurut Moore and Chang 
SPK dapat digambarkan sebagai sistem yang berkemampuan mendukung analisis ad hoc data, dan pemodelan keputusan, berorientasi keputusan, orientasi perencanaan masa depan, dan digunakan pada saat-saat yang tidak biasa.

Menurut Sprague dan Carlson (Sprague et.al., 1993)
sistem yang berbasis komputer yang dipergunakan untuk membantu para pengambil keputusan dalam rangka memecahkan masalah-masalah rumit yang “mustahil” dilakukan dengan kalkulasi manual dengan cara melalui simulasi yang interaktif dimana data dan model analisis sebagai komponen utama.

Menurut Mann dan Watson
Sistem Penunjang Keputusan adalah Sistem yang interaktif, membantu pengambilan keputusan melalui penggunaan data dan model-model keputusan untuk memecahkan masalah-masalah yang sifatnya semi terstruktur dan tidak terstruktur.

Menurut Maryam Alavi dan H.Albert Napier 
Sistem Penunjang Keputusan adalah suatu kumpulan prosedur pemprosesan data dan informasi yang berorientasi pada penggunaan model untuk menghasilkan berbagai jawaban yang dapat membantu manajemen dalam pengambilan keputusan.

Menurut Litle 
Sistem Penunjang Keputusan adalah suatu sistem informasi berbasis komputer yang menghasilkan berbagai alternatif keputusan untuk membantu manajemen dalam menangani berbagai permasalahan yang terstruktur atupun tidak terstruktur dengan menggunakan data dan model.

Menurut Little,J.D.C
sekumpulan prosedur berbasis model untuk data pemrosesan dan penilaian guna membantu para manager mengambil keputusan. 

Menurut Raymond McLeod, 
Sistem Penunjang Keputusan adalah sistem penghasil informasi spesifik yang ditujukan untuk memecahkan suatu masalah tertentu yang harus dipecahkan oleh manajer pada berbagai tingkatan.

Menurut Bonczek, R.H, C.W. Holsapple dan A.B. Whinston
DSS sebagai sistem berbasis computer yang terdiri dari tiga komponen yang saling berinteraksi : sistem bahasa (mekanisme untuk memberikan komunikasi antara pengguna dan komponen DSS lain), sistem pengetahuan (repository pengetahuan domain masalah yang ada pada DSS entah sebagai data atau sebagai prosedur), dan sistem pemrosesan masalah (hubungan antara dua komponen lainnya, terdiri dari satu atau lebih kapabilitas manipulasi masalah umum yang diperlukan untuk pengambilan keputusan).

Menurut Keen, P.G.W.
DSS sebagai suatu produk dari proses pengembangan dimana pengguna DSS, pembangun DSS, dan DSS itu sendiri mampu mempengaruhi satu dengan yang lainnya, dan menghasilkan evolusi sistem dan pola-pola penggunaan 

Definisi Secara Umum
DSS adalah Sebuah sistem yang mampu memberikan kemampuan baik kemampuan pemecahan masalah maupun kemampuan pengkomunikasian untuk masalah semi terstruktur.

Definisi Secara Khusus
DSS adalah Sebuah sistem yang mendukung kerja seorang manajer maupun sekelompok manajer dalam memecahkan masalah semi-terstruktur dengan cara memberikan informasi ataupun usulan menuju pada keputusan tertentu.

B.     Contoh Sistem Pengambil Keputusan (SKP)

1.      System Pendukung Keputusan Evaluasi Sistem Informasi Akademik

Sistem pendukung keputusan yang berguna untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja sebuah sistem informasi akademik. Dengan sistem pendukung keputusan evaluasi ini, Anda akan mengetahui seberapa baik sistem informasi yang sudah digunakan. Evaluasi ini berguna untuk melakukan perbaikan terhadap sebuah sistem informasi. Dengan demikian perbaikan untuk di masa atau waktu yang akan datang dapat dinilai berdasarkan proses penilaian variabel evaluasi yang digunakan. Tanpa Sistem pendukung keputusan ini, penilaian biasanya dilakukan secara manual dengan asumsi. Setelah adanya sistem ini penilaian lebih terstruktur dan dapat diketahui variabel mana yang harus dilakukan perbaikan terlebih dahulu. Hal tersebut diketahui dengan adanya keluaran nilai masing-masing variable




2.      System Pendukung Keputusan Pemilihan Supplier

Pada perusahaan biasanya menjalin kerja sama dengan perusahaan lain. Jalinan kerja sama tersebut bisa berupa mitra dan juga supplier. Pada kasus ini sistem diatas digunakan untuk menilai dan menentukan supplier terbaik yang bekerja sama dengan perusahaan bersangkutan. Dengan sistem ini keputusah akhir yang di hasilkan adalah menilai dan merangking masing-masing supplier. Kriteria yang digunakan multiple kriteria atau banyak kriteria. Setelah hasil akhir di dapat kemudian perusahaan dapat mengambil tindakan terhadap keputusan yang terbaik perhial penilaian supplier.


C.    Langkang-Langkah Pemecahan Masalah Pada Suatu Aktifitas Bisnis
1.      Temukan Akar Permasalahan
Cari secara keseluruhan akar permasalahan yang ada. Hal itu penting karena, kita akan       tahu semua permasalahan yang terjadi dan segera mencari solusinya.
2.      Dugaan Pokok Permasalahan
Coba kembangkan semua dugaan yang menyangkut pokok permasalahan yang terjadi        pada usaha atau bisnis Anda.
3.      Analisa Dugaan Permasalahan
Dengan menganalisa dan menguji semua dugaan yang ada untuk menemukan semua          pokok permasalahan.
4.      Cari Pemecahan Masalah
Setelah menganalisa dan menguji dugaan yang ada, coba untuk mengembangkan   pemecahan masalah yang bermacam-macam tersebut hingga bisa teratasi.
5.      Lakukan Tindakan Nyata
Semua dugaan dan prakiraan terhadap semua masalah pada usaha Anda, tidak akan           terselesaikan tanpa adanya penerapan tindakan nyata.
6.      Berpikiran Positif
Ketika menemukan masalah, cobalah hadapi dengan tenang. Hal itu ampuh dan sering dipraktikkan oleh banyak orang. Karena jika pikiran tenang, kita akan bisa lebih konsentrasi untuk menemukan akar dari permasalahan yang dihadapi. Sehingga dengan mudah menemukan jawaban atau solusinya.


Referensi :
Kresna Prima. (2017). “ KONSEP PENGAMBIL KEPUTUSAN” [ONLINE]. (Diakses dari :     
                  
https://kresnapw.wordpress.com/2013/12/11/konsep-pengambilan-keputusan-                  konsep-sistem-informasi/ pada 11 desember 2013 )

Febriansatria. (2017). “Sistem Pengambil Keputusan” [ONLINE]. (Diakses dari :
                  
https://febriansatria.wordpress.com/2012/11/07/sistem-pengambilan-                  keputusan/ pada 7 november 2012)

Anonim. (2017). “ Contoh Sistem Pengambil Keputusan”. [ONLINE]. (Diakses dari :
                
http://www.sistemphp.com/contoh-aplikasi-sistem-pendukung-keputusan/ Pada 18

                 April 2015)