BIBIT UNGGUL
karya leo apandi
karya leo apandi
Seseorang
tlah menitipkan waktu di tubuhmu
Kala itu, subuh merangkak pelan Menanjak di ketinggian
untuk sementara, kau menjadi senyuman orang disekitar mu
karna gemulai kecil tubuhmu mu, yang mungil
Kala itu, subuh merangkak pelan Menanjak di ketinggian
untuk sementara, kau menjadi senyuman orang disekitar mu
karna gemulai kecil tubuhmu mu, yang mungil
Dan
seseorang pula telah mengisi energy di jiwamu
Untuk kamu meniti kehidupan dimuka bumi
Sementara waktu kau seakan berlian
Karna dirimu bersih dari dosa
Untuk kamu meniti kehidupan dimuka bumi
Sementara waktu kau seakan berlian
Karna dirimu bersih dari dosa
Sekarang
dirimu sudah mulai mengerti
Sudah bisa mengartikan
Sudah bisa menilai
Sudah bisa memberi
Sudah bisa mengartikan
Sudah bisa menilai
Sudah bisa memberi
Sekarang
kau harus bisa
Menjawab semua pertanyaan negeri kita ini
Ditanah nenek moyang mu
Mungkin jawaban dari suaramulah yang bisa mengaung indah
Dan sekarang kau yang yang diberi pertanyaan
Jadi apakah dirimu kelak?
Jawabannya ada pada dirimu
kapan dimulai dan diakhiri
Menjawab semua pertanyaan negeri kita ini
Ditanah nenek moyang mu
Mungkin jawaban dari suaramulah yang bisa mengaung indah
Dan sekarang kau yang yang diberi pertanyaan
Jadi apakah dirimu kelak?
Jawabannya ada pada dirimu
kapan dimulai dan diakhiri
Biarkan
kau meniti jalan yang penuh duri
Kau lewat jalan penuh tikungan
Karna itu semua
Bagian dari warna perjalanan mu
Kau lewat jalan penuh tikungan
Karna itu semua
Bagian dari warna perjalanan mu
Bagaimanapun
peradapan ini dititipkan padamu
Dengan nyawa dan energimu
Dengan nyawa dan energimu
Terus
lawan sesuatu yang menghalangimu
Terus kejar sesuatu yang menjauh darimu
Terus bangkit ketika kamu jatuh
Terus bangit lagi ketika kamu terjatuh lagi
Daging mu yang robek
Darah mu menetes deras
Sekarang memang tiada arti
Seperti sampah
Tapi sekarang daging dan darah itu
Menjadi jawaban sesungguhnya
Bahwa kamu pemuda pengharum bangsa
Terus kejar sesuatu yang menjauh darimu
Terus bangkit ketika kamu jatuh
Terus bangit lagi ketika kamu terjatuh lagi
Daging mu yang robek
Darah mu menetes deras
Sekarang memang tiada arti
Seperti sampah
Tapi sekarang daging dan darah itu
Menjadi jawaban sesungguhnya
Bahwa kamu pemuda pengharum bangsa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar